proses terjadinya angin puting beliung

Posted by Admin | | Posted on 09.53


Tegal, 29 September 2010. Hujan lebat yang disertai petir melanda di desa Pakulaut, Margasari, kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Hujan ini terjadi sekitar pukul 15.00 - 16.30. Tidak hanya itu, hujan yang lebat juga disertai angin yang sangat kuat. Menurut teman - teman saya yang mnenyaksikan kejadian ini, mereka melihat angin yang berputar - putar tak braturan dan mendengarkan suara gemuruh yang sangat berisik.

Akibat dari pristiwa ini puluhan rumah warga rusak.Pasca kejadian para warga langsung memperbaiki rumah mereka masing - masing. Kebanyakan rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap rumah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Sebenarnya kejadian ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya hal ini juga pernah terjadi pada bulan Ramadhan 1431 H lalu. Waktu itu sekitar pukul 15.00 WIB dari SMA N 1 Balapulang saya dan teman - teman menyaksikan gumpalan awan hitam yang berputar - putar dan ada yang memanjang menyerupai pecut. Saat saya kembali ke rumah ternyata terjadi hujan lebat disertai angin walaupun tidak separah ini. Mungkin karena jarak angin lebih tinggi dibandingkan pada kejadian kemarin. Kemudian di televisi diberitakan bahwa pukul18.00 WIB di kota Bandung terjadi angin puting beliung. Saya menganggap angin itu adalah angin yang berasal dari daerah saya.

Kejadian yang seperti ini sebenarnya dapat diketahui. Jika di siang hari Anda merasakan cuaca panas yang tidak seperti biasanya kemudian turun hujan lebat secara tiba - tiba, kemungkinan besar hujan akan disertai angin puting beliung. Apa yang tidak kita inginkan sangat mungkin bisa terjadi. Senantiasalah untuk berbuat kebajikan dimanapun Anda berada. Berikut ini rintisan artikel tentang puting beliung yang saya copy dari http://geo.ugm.ac.id/archives/144.

Gejala Awal Puting Beliung
  • Udara terasa panas dan gerah (sumuk).
  • Di langit tampak ada pertumbuhan awan Cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis).
  • Diantara awan tersebut ada satu jenis awan mempunyai batas tepinya sangat jelas bewarna abu-abu menjulang tinggi yang secara visual seperti bunga kol.
  • Awan tiba-tiba berubah warna dari berwarna putih menjadi berwarna hitam pekat (awan Cumulonimbus).
  • Ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin disertai angin kencang sudah menjelang.
  • Durasi fase pembentukan awan, hingga fase awan punah berlangsung paling lama sekitar 1 jam. Karena itulah, masyarakat agar tetap waspada selama periode ini.
Proses Terjadinya Puting Beliung
Proses terjadinya puting beliung sangat terkait erat dengan fase tumbuh awan Cumulonimbus (Cb)
Fase Tumbuh
  • Dalam awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik air maupun Kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan.
Fase Dewasa/Masak
  • Titik-titik air tidak tertahan lagi oleh udara naik ke puncak awan. Hujan turun menimbulkan gaya gesek antara arus udara naik dan turun. Temperatur massa udara yang turun ini lebih dingin dari udara sekelilingnya. Antara arus udara yang naik dan turun dapat timbul arus geser memuntir, membentuk pusaran. Arus udara ini berputar semakin cepat, mirip sebuah siklon yag “menjilat” bumi sebagai angin puting beliung. Terkadang disertai hujan deras yang membentuk pancaran air (water spout).
Fase Punah
  • Tidak ada massa udara naik. Massa udara yang turun meluas di seluruh awan. Kondensasi berhenti. Udara yang turun melemah hingga berakhirlah pertumbuhan awan Cb.
Karakteristik Puting Beliung
  • Puting berliung merupakan dampak ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB akan menimbulkan angin puting beliung.
  • Kehadirannya belum dapat diprediksi.
  • Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal.
  • Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner.
  • Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan.
  • Lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak di daerah dataran rendah.

Sumber : http://blogseven77.blogspot.com/2010/09/waspadai-angin-puting-beliung-lihat.html

Comments (0)

Posting Komentar