11 Bandara Paling Ekstrim di Dunia

Posted by Admin | | Posted on 21.36

Apa yang Anda rasakan dan fikirkan ketika pesawat yang Anda tumpangi take off atau akan landing? Cemas? Takut? Biasa saja?

Apa yang kita rasakan dipengaruhi banyak hal. Di antaranya adalah kondisi pesawat, cuaca dan kondisi bandara dimana pesawat take off atau landing. Bagi seorang pilot dan co-pilot, situasi akan lebih mendebarkan lagi jika mereka harus mendaratkan atau menerbangkan pesawat dari dan ke bandara yang lokasinya pun berada di tempat yang menurut mereka sulit.

Nah, dengan bantuan seorang pilot komersial yang namanya dirahasiakan, Airfarewatchdog.com menyusun daftar bandara di dunia yang paling "mendebarkan". Ini lah mereka;

1. Toncontín International Airport, Tegucigalpa, Honduras



Bandara ini dikepung pegunungan, sehingga sebelum mencapai landasan pacu, pilot terpaksa harus menerbangkan pesawat secara zig zag. Jika pilot kehilangan konsentrasi sedikit saja, pesawat bisa menabrak tebing gunung yang tinggi menjulang, sebelum mencapai bandara.





2. Queenstown Airport, Selandia Baru


Bandara ini dikelilingi gunung-gemunung dengan ketinggian bervariasi, sehingga jika dilihat dari kejauhan, bandara ini seperti dikelilingi gerigi. Bentuk gunung-gemunung ini persis seperti yang terlihat dalam film "The Lord of the Rings". Kondisi ini membuat para pilot yang belum terbiasa dengan bandara ini akan sedikit gemetar.





3. Gustaf III Airport (St. Bart)


Bandara ini juga dikenal dengan nama Saint Barthélemy Airport. Bandara komersil ini berada di sebuah desa bernama St. Jean di Kepulauan Karibia. Nama airport ini, juga nama kota dimana desa St. Jean berada, dinamakan Gustav III sesuai dengan nama King Gustav III dari Swedia.

Bandara ini mendebarkan bagi para pilot karena memiliki awal landasan yang tertutup bukit dengan ujung berada di pantai. Jika pilot tidak pandai mengendalikan pesawat, salah-salah melindas para turis yang sedang berjemur di pantai, tak jauh dari landasan. Karena kondisinya ini lah Gustav III umumnya hanya disinggahi pesawa berpenumpang tak lebih dari 20 orang seperti pesawat Twin Otter.


4. Courchevel Airport, Perancis


Nama bandara ini sama dengan nama sebuah tempat berolahraga ski di pegunungan Alpen. Landasan airport ini relatif sangat pendek, hanya sekitar 1.772 kaki atau sekitar 525 meter, namun memiliki kemiringan hingga 18,5 derajat. Selain itu, airport ini juga berada di ketinggian 6.588 meter dari permukaan laut. Saking pendeknya landasan dan lokasinya yang di pegunungan, pilot harus mendarat di landasan yang menanjak dan terbang ke arah landasan yang menurun.

Bandara ini pernah digunakan untuk syuting film James Bond yang berjudul “Tommorow Never Dies” yang dibintangi Pierce Brosnan. Karena kondisinya yang ‘rawan’, umumnya yang mendarat di airport ini adalah helikopter atau pesawat charter kecil.


5. Princess Juliana International Airport, Philipsburg, St Maarten


Landasan bandara ini juga terhitung pendek, hanya 7.000 kaki, sehingga pilot tidak dapat menerbangkan pesawat terlalu tinggi. Parahnya lagi, landasan bandara ini juga memiliki ujung yang sangat dekat dengan pantai yang selalu dipenuhi para turis. Untung, hingga kini belum pernah ada kecelakaan fatal karena pesawat-pesawat berbadan besar memang memilih untuk landing atau take off di bandara lain dibanding di bandara ini.


6. Sitka Rocky Gutierrez Airport, Sitka, Alaska


Lokasi dan keadaan di sekitar bandara ini sangat indah, sehingga pernah dijadikan lokasi syuting film “The Proposal”. Sayangnya, bandara ini berada di sebuah pulau kecil bernama Japonski. Karena kecilnya pulau, bandara ini dikelilingi laut. Untuk take off atau landing, pilot harus memperhatikan betul batu-batu besar yang tertutup air jika cuaca buruk dan air meninggi.



7. Catalina Airport, Avalon, California


Bandara ini dijuluki sebagai “Bandara di Langit”. Mengapa? Karena berada di lokasi yang begitu tinggi dan bertebing terjal. Dengan landasan pacu berada di tengah, pilot dapat mengalami kesulitan pada sat-saat akhir akan landing atau take off.





8. Tenzing-Hillary Airport, Lukla, Nepal


Bandara yang juga dikenal dengan nama Lukla Airport ini tak ubahnya bagaikan pintu gerbang menuju Gunung Everest karena berlokasi di pegunungan Himalaya yang selalu tertutup salju. Landasan pacu bandara ini bagaikan “perosotan”, sehingga setiap lepas landas, pesawat “ngebut” menuruni tebing. Jika tak mampu mengudara sebelum tiba di ujung landasan, alamat pesawat terjun ke dalam jurang di bawahnya.




9. Barra International Airport, Barra, Skotlandia


Airport ini merupakan bandara satu-satunya di dunia yang memakai pantai sebagai landasannya. Setiap kali ada pesawat yang akan mengudara atau mendarat, penduduk setempat diberitahu agar menjauhi ketiga landasan yang ada di bandara ini, yang ditandai dengan tiang-tiang kayu. Jika laut pasang, bandara ini banjir. Yang lebih unik, untuk membantu pilot mendarat di malam hari, beberapa mobil diparkir tak jauh dari landasan dengan lampu yang dibiarkan menyala.


10. LaGuardia Airport, New York


Landasan bandara ini juga pendek dan berbatasan dengan Bowery serta Teluk Flushing. Selain itu, ruang udaranya juga selalu ramai karena ada dua bandara lain di dekatnya, yakni JFK dan Newark Airport. Jika pilot tidak hati-hati dan hapal kondisi bandara, bisa saja pesawatnya bertabrakan atau tergelincir saat landing.





11. Juancho E. Yrausquin Airport, Pulau Saba, Kepulauan Karibia


Bandara ini merupakan satu-satunya di Pulau Saba di kepulauan Karibia, dan sangat terkenal akibat sulitnya pesawat dapat take off dari landasan.

Yrausquin Airport memiliki porsi yang besar dalam melayani penerbangan di pulau Saba. Beberapa pakar penerbangan memiliki opini bahwa airport ini merupakan salah satu airport paling berbahaya di dunia. Walaupun tidak ada tragedi besar yang terjadi di sini. Namun di ujung landasan terdapat huruf X besar yang menandakan bahwa airport ini tidak untuk penerbangan komersial.

Bahaya datang dari kondisi geografis airport yang berada di salah satu sisi bukit nan terjal, serta kedua landasan yang memiliki ujung di tebing sebuah jurang dengan laut menganga di bawahnya. Jika pilot tidak lihai, sebelum take off, pesawat dapat saja terjun ke laut itu atau menabrak tebing saat akan landing.

Comments (0)

Posting Komentar